MakassarTRENDUniversitas Hasanuddin menggelar acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan yang dilanjutkan dengan diskusi terkait tindak lanjut kerja sama berlangsung di Ruang Rapat A, lantai 4 gedung Rektorat Unhas, pada hari Selasa (29/10), pukul 10.30 WITA.

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Direktur dan Ketua Lembaga, serta Dekan lingkup Unhas. Sedangkan dari PT. KIMA, hadir Presiden Komisaris, Saldy Mansyur, serta jajarannya, dan dari BKKBN hadir Kepala BKKBN Prov. Sulsel, Rini Riati Kajohari serta jajarannya.

Kepala Subdit Humas dan Informasi Publik, Direktorat Komunikasi Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini dilakukan bersamaan dengan pertimbangan efektifitas waktu.

“Kebetulan kedua MoU ini memiliki konten yang sama, yaitu kerja sama untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan. Jadi kita pikir, baiknya dilakukan serentak saja,” kata Ishaq.
Mou Dengan PT. KIMA

Presiden Komisaris PT. KIMA, Saldy Mansyur, menyampaikan terima kasih karena dapat melakukan kerja sama dengan Unhas yang diawali dengan penandatanganan MoU. Dalam sambutan singkatnya, Saldy Mansyur menjelaskan bahwa di dalam PT. KIMA terdapat lebih 100 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 30.000.

Rektor Unhas foto bersama pimpinan BKKBN Sulsel dan jajaran PT. KIMA usai penandatanganan MoU. (Foto: Humas Unhas)

Saldy Mansyur juga menyampaikan tahapan-tahapan target yang dicanangkan dalam kerja sama dengan Unhas. Tahapan pertama adalah kuliah khusus untuk program double degree. Lalu kedepannya akan dijabarkan ke seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di KIMA. Selain itu, pihaknya juga berharap dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan seperti K3 juga diharapkan bisa dilaksanakan di Unhas.

“KIMA ini sudah mengalokasikan dana pendidikan, dan inilah yang akan kami kelola nantinya dengan Unhas. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Saat ini, kebutuhan direksi untuk posisi di BUMN mencapai lebih seratus, sementara kita belum ada yang siap. Dengan kerja sama ini, kita berharap dapat turut serta mempersiapkan SDM yang akan siap bersaing untuk posisi-posisi strategis seperti itu,” kata Saldy.

MoU dengan BKKBN

Sementara itu, Kepala BKKBN Prov. Sulsel, Rini Riati Kajohari, juga menyampaikan harapannya dari kerja sama dengan Unhas. Sejak dua tahun yang lalu, BKBBN menerima penyuluh dengan tingkat pendidikan yang bervariasi, mulai dari SMA sampai S3, namun kebanyakan SMA. Dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 21 tahun 2017 bahwa pendidikan minimal adalah D3. Dengan demikian, SDM penyuluh yang berstatus tamatan SMA itu berusaha juga meningkatkan status pendidikannya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekolah Pasca Sarjana Unhas dan BKKBN, disaksikan oleh Rektor Unhas. (Foto: Humas Unhas)

Rini Riati juga mengatakan bahwa saat ini ada beberapa pegawai dan penyuluh yang telah mendaftar perguruan tinggi lain. Harapannya, dengan adanya MoU ini maka pegawai BKKBN ini dapat diarahkan ke Unhas untuk melanjutkan pendidikannya. Unhas telah memiliki akreditasi yang memadai, apalagi tersedia program studi yang dapat sesuai dengan kebutuhan institusinya.

“Mudah-mudahan kerja sama ini menjadikan kita lebih baik lagi, terutama teman-teman penyuluh agar bisa menyampaikan pesan secara profesional kepada masyarakat, agar masyarakat kita bisa mengendalikan penduduk mulai dari bawah,” harap Rini.
Harapan Rektor Unhas

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menyambut tamu-tamu ini dengan hangat. Gagasan-gagasan kerja sama juga disambut dengan baik. Prof. Dwia menyebutkan bahwa kehadiran Unhas menjadi strategis karena memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Apalagi dewasa ini setiap institusi berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya. Unhas hadir untuk tujuan tersebut, melalui program-program yang bisa didesain bersama.

Untuk KIMA, program S2 atau S3 akan didesainkan khusus, karena Unhas siap untuk memberikan support penuh. Hal ini didasari oleh salah satu program unggul pak Jokowi, “making better Indonesia for industrial 4.0”. Sekiranya diharapkan KIMA bisa berperan besar dalam hal itu, sehingga diperlukan orang-orang yang unggul dengan keahlian dan kapasitas sangat dibutuhkan. Selain program bergelar, nantinya juga akan didesainkan program non-gelar.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, memberikan sambutan sebelum penandatanganan MoU dengan BKKBN dan PT. KIMA. (Foto: Humas Unhas)

Unhas juga telah melakukan kerjasama dengan BKKBN Pusat, maka sudah menjadi kewajiban Unhas untuk memperkuat BKKBN Provinsi. Dimana Unhas telah membuka sekolah-sekolah vokasi, maka nantinya akan didesainkan pula program khusus untuk para penyuluh-penyuluh dari BKKBN sesuai dengan skill yang diperlukan dan output yang diinginkan, agar nantinya menelurkan penyuluh-penyuluh yang terampil dan memenuhi kualifikasi jaman sekarang.

Penandatanganan MoU antara Unhas, PT.KIMA dan BKKBN ini difokuskan pada kerja sama bidang Riset dan Pendidikan. Usai penandatanganan MoU, selanjutnya diadakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BKKBN dan Sekolah Pasca Sarjana untuk langsung merealisasikan kesepakatan untuk peningkatan sumber daya manusian.(*)

sumber : http://www.makassartrend.com/dukung-pengembangan-sdm-unhas-tanda-tangani-mou-dengan-bkkbn-dan-pt-kima/

Categories: EventNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID_ID
en_USEN id_IDID_ID