KIMA Fokus Garap Jasa Baru

Lahan yang semakin terbatas mendorong manajemen PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) melakukan reorientasi bisnis. Bisnis yang fokus dikembangkan pada 2013 adalah membuka sebanyak-banyaknya jasa-jasa baru.”Kalau kita terus menjual, maka aset kita pasti habis. Karena itu, orienstasi kita ubah dengan membangkan jasa-jasa baru yang tergolong industri kreatif berbasis lokal,” kata Direktur Utama KIMA Bachder Djohan akhir pekan lalu.

Dia mengakui, jasa-jasa baru ini, sejalan dengan fokus pembiayaan perbankan dan kebijakan pemerintah dalam memajukan industri kreatif berbasis lokal. “Itu kita tangkap peluang sekaligus waktu yang tepat untuk melakukan reorientasi bisnis utama dari penjualan lahan dan gudang,” kata Bachder.

Beberapa jasa yang akan dikembangkan antara lain car wash, kafe dan resto. Kedua jasa ini terkait dengan kebutuhan industri penghuni KIMA. “Kafe dan resto yang dilengkapi fasilitas meeting ini merupakan penunjang. Dengan jasa ini, kita harapkan pengusaha di KIMA yang mau meeting tak perlu terlalu jauh ke kota,” jelas Bachder.

Selain itu, KIMA juga akan mengembangkan jasa penyangga (business support). Jasa penyangga yang akan dikembangkan tahun depan adalah penampungan ikan sebagai pendukung para pengekspor.

“Biasanya pengekspor sulit memenuhi kuota. Kita masuk untuk membantu memenuhi kuota mereka tentu dengan menyediakan ikan sesuai standar kualitas mereka,” kata Bachder.

Jasa lain yang prospektif dan akan dikembangkan KIMA adalah menyediakan gudang pentipan barang yang sifatnya jangka pendek. “Akan ada pergudangan terpadu untuk memberi layanan pengguna warehousing. Kita siapkan beragam ukuran sehingga mereka punya banyak pilihan sesuai kapasitas yang perusahaan mereka butuhkan,” jelasnya.

Untuk rumah susun sewa (Rusunawa), KIMA masih akan melakukan penambahan. Penambahan dilakukan untuk mengantisipasi booming industri yang bakal terjadi di KIMA tahun depan dan masa mendatang. Tambahan ini merupakan bantuan dari Kementerian PU dan Kementerian Perumahan Rakyat. “Sekarang rusunawa ada empat blok. Setiap blok terdiri atas 192 kamar dan semua terisi penuh,” jelasnya.

Untuk agroindustri jangka pendek, KIMA akan menjadi supporting industry. Misalnya membantu memasok kakao ke pabrik cokelat. “Untuk supporting agroindustry ini KIMA akan masuk ke daerah produsen membeli kakao langsung ke petani sehingga bisa memasok industri dengan harga bersaing,” tegasnya.