WhatsApp Image 2025-10-30 at 09.50.20_fe12f3f7

Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu

Oleh: Alif Usman Amin, Direktur Operasional dan Pendukung PT KIMA

Selasa pagi tanggal 28 Oktober 2025 ini, halaman kantor PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), bagian dari Holding BUMN Danareksa, tampak berbeda. Di bawah langit cerah, Direksi dan Karyawan PT KIMA berdiri tegap melaksanakan upacara bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, yang dilaksanakan sesuai Surat PT Danantara Aset Management (Persero) Nomor SR.017/DI-DAM/HCS/2025 tanggal 23 Oktober 2025.

Dengan tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” upacara ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi ruang refleksi, bahwa semangat Sumpah Pemuda kini bertransformasi dari tekad kebangsaan menjadi gerakan produktif dan kolaboratif di dunia industri dan digital.

Semangat Pemuda di Persimpangan Hilirisasi dan Digitalisasi

Sembilan puluh tujuh tahun lalu, pemuda-pemudi Indonesia menyatukan ikrar satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Kini, semangat itu hidup dalam bentuk baru satu komitmen, satu visi, satu kerja nyata membangun ekonomi bangsa.

Bagi Kawasan Industri Makassar (KIMA), bagian dari Holding BUMN Danareksa yang berperan dalam ekosistem industri nasional, semangat itu memiliki makna ganda. Pertama, sebagai satu-satunya kawasan industri BUMN di Kawasan Timur Indonesia, PT KIMA telah diundang oleh Direktorat Hilirisasi Perikanan dan Kelautan untuk membahas rencana pengembangan KIMA sebagai kawasan hilirisasi perikanan dan kelautan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan peta jalan hilirisasi investasi strategis.

Langkah ini bukan kebetulan. Secara geografis, Makassar adalah simpul strategis jalur tol laut, gerbang ekspor-impor kawasan timur, dan penghubung antara pusat produksi hasil laut di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dengan infrastruktur pelabuhan, kawasan industri, dan tenaga kerja muda yang terampil, KIMA memiliki semua syarat untuk menjadi “Blue Industry Hub” Indonesia, pusat pengolahan hasil laut bernilai tambah tinggi, logistik dingin (cold chain), hingga industri kemasan dan ekspor produk maritim.

Hilirisasi perikanan dan kelautan di KIMA tidak hanya memperkuat daya saing ekspor, tetapi akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru, memperkuat UMKM maritim, dan menstimulasi investasi di sektor energi, air, dan transportasi. Di tengah upaya pemerintah membangun ekonomi berbasis sumber daya terbarukan, KIMA akan menjadi laboratorium ekonomi biru (blue economy) yang memadukan ekologi, efisiensi, dan inovasi.

Kedua, PT KIMA sedang menapaki jalan menuju transformasi digital nasional. KIMA berpotensi masuk dalam peta lokasi potensial pembangunan Pusat Data Nasional dan Infrastruktur Kecerdasan Artifisial (AI Infrastructure). Pertimbangannya jelas, KIMA berstatus Objek Vital Nasional (OVNI), KIMA memiliki infrastruktur listrik yang stabil, PT KIMA mempunyai izin penyelenggara jaringan tertutup (Jartup) melalui media fiber optik teresterial, dan masih tersedianya lahan industri untuk pembangunan data center di KIMA. Apabila proyek ini terealisasi, KIMA tidak hanya menjadi rumah bagi mesin produksi, tetapi juga otak digital yang menopang ekonomi masa depan Kawasan Timur Indonesia.

Kehadiran pusat data dan ekosistem AI di KIMA akan memungkinkan pengelolaan data industri terintegrasi, mendorong efisiensi logistik, memperkuat keamanan informasi, dan membuka peluang besar bagi talenta muda di bidang teknologi informasi, data science, dan rekayasa kecerdasan buatan.

Kombinasi dua agenda besar ini hilirisasi ekonomi biru (hilirisasi perikanan dan kelautan nasional) dan digitalisasi ekonomi hijau (pembangunan Pusat Data Nasional dan Infrastruktur Kecerdasan Artifisial), akan menjadikan KIMA representasi nyata Indonesia yang sedang menyiapkan lompatan besar. Dari negara berbasis komoditas menuju negara berbasis nilai tambah dan pengetahuan.

Kolaborasi dan Komitmen untuk Keberlanjutan

Di tengah momentum transformasi tersebut, KIMA juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Pada tanggal 14 Oktober 2025, PT KIMA dan Pemerintah Kota Makassar telah menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Penanganan Sampah Mandiri melalui Pembangunan TPS 3R.

Inisiatif ini mendukung visi Makassar Bebas Sampah 2029 dan pengembangan Makassar Eco Circular Hub, yang menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari rantai ekonomi sirkular kota. KIMA menjadi kawasan industri pertama di Kawasan Timur Indonesia yang secara aktif berkolaborasi dengan pemerintah kota dalam penanganan sampah mandiri berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Fasilitas TPS 3R KIMA akan menjadi model kolaborasi antara sektor industri dan publik dalam mengurangi timbulan sampah ke TPA Antang, meningkatkan efisiensi logistik limbah, dan menciptakan nilai ekonomi dari bahan sisa produksi.

Bagi generasi muda KIMA, kerja sama ini bukan sekadar proyek kebersihan, melainkan simbol perubahan pola pikir—bahwa nasionalisme di era modern berarti menjaga bumi tempat industri berpijak. Generasi muda di KIMA adalah barisan pemuda industri yang tidak hanya berbicara tentang produktivitas, tetapi juga keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Di lapangan, wajah-wajah muda itu dapat ditemui di berbagai titik, operator yang memastikan WWTP berfungsi optimal, teknisi yang memasang solar panel, analis yang mengelola dashboard lingkungan, hingga staf yang memonitor pengelolaan limbah di tenant. Mereka adalah generasi baru yang bekerja bukan hanya untuk keuntungan, tetapi juga untuk masa depan bumi.

Sumpah Pemuda dalam Bahasa Industri dan Digital

Pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 diperkirakan sekitar 3%, sementara Indonesia masih mampu bertahan di angka 5% ditopang oleh hilirisasi sumber daya dan investasi strategis. Namun di balik angka itu, ada faktor penentu yang tidak bisa diabaikan, yaitu peran pemuda sebagai penggerak produktivitas dan inovasi.

Bagi PT KIMA, semangat Sumpah Pemuda kini hidup dalam bentuk baru.

“Satu bangsa” diterjemahkan menjadi satu tujuan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif.

“Satu bahasa” berarti bahasa produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

Dan “satu tanah air” diwujudkan melalui komitmen menjaga sumber daya alam dan digital bangsa.

Ketika bendera Merah Putih berkibar di halaman kantor PT KIMA, para generasi muda berdiri bukan sekadar sebagai pegawai, tetapi sebagai penjaga masa depan industri bangsa. Mereka adalah generasi yang bekerja di antara dua dunia dunia mesin dan dunia data dan menjadi jembatan yang menyatukan keduanya.

Kawasan Industri Makassar kini bukan sekadar kawasan ekonomi, namun simbol kebangkitan Indonesia Timur. Dari hilirisasi perikanan hingga kecerdasan buatan, dari pengolahan sampah hingga pengolahan data, dari etos gotong royong hingga sinergi digital semua bergerak ke arah yang sama: Indonesia yang bersatu, berdaya, dan berdaulat.

Karena pada akhirnya, Sumpah Pemuda bukan hanya teks sejarah, melainkan energi yang terus hidup di tangan para pemuda yang bekerja, berinovasi, dan berkolaborasi dari halaman industri untuk masa depan negeri.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *