Menteri Pertanian Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sulawesi Selatan 2019

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor komoditas pertanian Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp 852 miliar. Total volume komoditas yang diekspor tersebut mencapai sekitar satu juta ton.

Menurut Amran, salah satu pencapaian kali ini adalah komoditas pertanian bisa diekspor langsung dari Sulsel ke negara tujuan. Amran menjelaskan, biasanya untuk ekspor komoditas pertanian, Sulawesi harus melewati kota Lampung atau Surabaya lalu singgah ke Malaysia, Singapura dan India.

“Dulu produk Sulsel transit di Lampung kemudian Thailand ke India. Kami baru pulang dari Vietnam, Hanoi untuk pertemuan dan minta semua dari Indonesia,” ujar Amran di Makassar, Rabu (13/3).

Menurut Amran, dengan adanya layanan satu pintu, keuntungan ekspor akan bisa meningkat hingga ratusan persen dikarenakan biaya kirim juga turun. Sehingga, added value yang dulunya dinikmati oleh negara tetangga pun akan bisa dinikmati oleh para petani lokal.

Amran menambahkan, selama lima tahun terakhir, kinerja ekspor komoditas pertanian Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Volume ekspor komoditas ini pada 2013 tercatat sebesar 33 juta ton. Pada 2018, volume ekspor mencapai 42 juta ton. Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia menyentuh Rp 500 triliun pada 2018.

“Bayangkan naiknya 10 juta ton dalam waktu empat tahun lebih. Intinya ekspor naik 29 persen,” kata Amran.

Beberapa komoditas pertanian Sulsel yang di ekspor yaitu lada, manggis, kacang mete, pisang, markisa, kakao biji, vanilli kering, kayu manis, kacang hijau, cengkeh, lada biji, dedak gandum hingga rumput laut. Sedangkan negara yang menjadi tujuan ekspor diantaranya Malaysia, Vietnam, Thailand, Cina, Korea Selatan, Jerman, Amerika Serikat, Kanada Turki, Singapura dan Australia.

Komoditas bernilai ekspor terbesar di Sulsel yaitu kakao biji dari PT Olam Indonesia sebesar Rp 366 miliar dengan volume 400 ton. Ada pula komoditas sarang burung walet bernilai Rp 142 miliar yang diekspor ke Cina melalui Surabaya dan Jakarta. Rencananya, Sulsel juga akan menambah komoditas pertanian lainnya untuk diekspor ke Cina seperti talas, ayam dan telur.

FGD PUSAT LOGISTIK BERIKAT PT KIMA (PERSERO)

Focus Group Discussion PUSAT LOGISTIK BERIKAT PT Kawasan Industri Makassar (Persero)


Pada tanggal 13 Maret 2019 bertempat di Hotel Harper Perintis Makassar telah diadakan Focus Discussion Group Pusat Logistik Berikat PT Kawasan Industri Makassar (Persero) dan dihadiri oleh Bea Cukai, Sumisho Global Logistic sebagai pembawa materi dan di hadiri juga oleh beberapa instansi yang bergerak dibidang logistik.

Sambutan dan Pembukaan Acara Oleh Direktur PT KIMA (Persero)

Pembawa Materi oleh Bea Cukai

Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri

Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link & Match Industri & SMK Wilayah Sulawesi Selatan Pada Tanggal 16 Januari 2019 Bertempat di Kantor PT Kawasan Industri Makassar (Persero).

Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Langkah ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

“Di era persaingan global sekarang ini, peningkatan kualitas dan daya saing SDM merupakan kunci untuk bisa memenangkan kompetisi terutama pada era industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat peluncuran program tersebut di PT. Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan, Rabu (16/1).

Pada kesempatan ini, diresmikan secara langsung oleh Menperin bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Kali ini, program vokasi membidik wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Kalimantan Barat.

Pada tahap ketujuh ini, Kemenperin melibatkan 40 perusahaan industri dan 109 SMK, dengan jumlah kesepakatan kerja sama yang ditandatangani sebanyak 188 perjanjian karena satu SMK dapat dibina lebih dari satu perusahaan industri, sesuai program keahlian di SMK tersebut.

“Sehingga total sejak diluncurkan pada tahun 2017, kami telah menggandeng 648 industri dan 1.862 SMK dengan 3.289 perjanjian kerja sama yang ditandatangani,” ungkap Menperin. Hingga tahun 2019 nanti, program ini ditargetkan dapat menggaet sebanyak 2.685 SMK dan 750 perusahaan.

“Jadi, kami telah meluncurkan program pendidikan vokasi industri ini dari wilayah Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi,” imbuhnya. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo, setelah pembangunan infrastruktur adalah peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif.

“Peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena dapat memacu produktivtas dan daya saing sektor industri nasional. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,” paparnya.

Apalagi, lanjut Airlangga, Indonesia sedang menikmati bonus demografi sampai 10 tahun ke depan, dengan mayoritas penduduk berada pada usia produktif. “Mereka ini harus menjadi aktor-aktor pembangunan atau agen perubahan, sehingga jangan sampai menjadi pengangguran yang justru akan membawa dampak sosial yang besar,” tegasnya.

Guna mengantisipasi hal tersebut yang terkait dengan persaingan global dan memanfaatkan bonus demografi, Kemenperin sedang berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan industri 4.0.

“Pemerintah telah menetapkan 10 agenda prioritas Making Indonesia 4.0, salah satunya adalah penguatan kualitas SDM melalui redesain kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di era industri 4.0 serta program talent mobility untuk profesional,” terangnya.

Dalam upaya itu, Kemenperin sedang memfasilitasi pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta dan pusat pelatihan bidang teknologi informasi (big data center and analytic) di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.

“Kami juga membangun pilot project mini plant industry 4.0 pada tiga Politeknik Kemenperin, yaitu Politeknik STTT Bandung, Politeknik ATI Makassar, dan Politeknik ATK Yogyakarta,” ujarnya.

Dalam laporannya, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, sebagai bentuk dukungan perusahaan industri terhadap program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, juga dilakukan hibah mesin dan peralatan untuk mendukung praktik di SMK dari 12 perusahaan industri kepada 69 SMK.

Di samping itu, beberapa SMK juga menerima bantuan pemerintah untuk program revitalisasi infrastruktur dan peralatan pada tahun 2019, antara lain untuk wilayah Sulawesi Selatan adalah SMK Negeri 2 Pinrang, SMK Negeri 2 Palopo, SMK Negeri 4 Makassar, SMK Negeri 5 Makassar dan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala. Kemudian, SMK Negeri 2 Limboto Prov. Gorontalo serta SMK Negeri 3 Palu Prov. Sulawesi Tengah.

“Pada kesempatan ini pula, dilakukan pembukaan diklat sistem 3 in 1 di BDI Makassar, yang diikuti sebanyak 200 orang peserta. Diklat ini terdiri dari pengolahan kakao, pengolahan rumput laut, pengolahan ikan tuna, dan desain kemasan,” tutur Sigit.

Mendikbud memberikan apresiasi kepada Kemenperin terhadap upayanya untuk merevitalisasi SMK di seluruh Indonesia. “SMK butuh uluran tangan dari industri. Dengan dorongan dari Menperin, industri tergerak untuk kerja sama dengan SMK. Jadi, kita harus saling mendukung demi kemajuan bangsa,” tuturnya.

Muhadjir berharap adanya pendidikan dan pelatihan vokasi industri sektor kemaritiman di Sulawesi Selatan. “Selain kakao, pusat maritim Indonesia ada di Sulsel. Apalagi, sektor kemaritiman jadi andalan dalam pembangunan nasional saat ini. Kemendikbud telah menetapkan Sulsel jadi pusat pelatihan guru bidang maritim. Mari kita membangun Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan menyambut baik dengan peluncuran pendidikan vokasi yang diinisiasi oleh Kemenperin melalui konsep link and match antara SMK dengan industri. “Kami memang telah mengusulkan kepada pemerintah agar porsi pendidikan kejuruan di Sulsel diperlebar,” ungkapnya.

Menurut Andi, fokus pengembangan SMK harus disesuaikan dengan potensi di wilayah tersebut. Misalnya, Sulsel memiliki salah satu keunggulannya di sektor pengolahan kakao. “Selain dirasa perlu ada SMK khusus kakao di Sulsel, juga dibutuhkan fasilitas pendukung seperti laboratorium uji dan sertifikasi dari pembibitan hingga hilirisasi sehingga memacu siswa-siswi di SMK bisa terus berkarya,” imbuhnya.

Empat program vokasi

Menperin menambahkan, pada tahun 2019, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun SDM yang kompeten, terutama agar siap menghadapi perkembangan industri 4.0. Salah satu upayanya melalui penguatan pendidikan vokasi industri.

“Adapun empat program pendidikan vokasi industri yang bakal dijalankan, antara lain pendidikan vokasi berbasis kompetensi menggunakan sistem ganda atau dual system yang diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin, yakni 9 SMK, 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas,” sebutnya.

Kedua, pembangunan Politeknik Industri atau Akademi Komunitas di Kawasan Industri atauWilayah Pusat Pertumbuhan Industri. Tujuannya mendorong peningkatan investasi dan pemberdayaan SDM lokal. “Diantaranya yang telah dibangun adalah Politeknik Industri Logam di Kawasan Industri Morowali, Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, dan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal,” ungkap Airlangga.

Bahkan, program tersebut telah bekerja sama dengan Swiss untuk menerapkan pendidikan vokasi industri yang dual system di ketiga Politeknik tersebut melalui program Skill For Competitiveness (S4C). Pada tahun ini,Kemenperin akan membangun Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung.

Program ketiga, yakni pendidikan vokasi industri yang link and matchantara SMK dengan Industri. “Peluncuran program pendidikan vokasi industri ini akan ditindaklanjuti dengan program-program penguatan kapasitas dan kualitas SMK melalui penyelarasan kurikulum yang link and match dengan industri, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan magang di industri, fasilitasi praktik kerja siswa di Industri serta bantuan fasilitas penunjang praktikum bagi SMK,” paparnya.

Keempat, Kemenperin menyelenggarakan program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) yang ditargetkan dapat menjaring 72.000 peserta pada tahun 2019. Program ini dapat dimanfaatkan oleh para penyandang disabilitas.

“Kami akan memberikan Diklat 3 in 1 bagi para penyandang disabilitas di Solo. Sebanyak 300 orang penyandang disabilitas akan dilatih pada tahun 2019,” ujar Airlangga. Selanjutnya, Kemenperin juga menggelar program Diploma I yang lulusannya langsung terserap bekerja di industri dengan target 600 mahasiswa.

Di sisi lain, Menperin menyampaikan, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan fiskal yang disebut super deductible tax sebesar 200 persen untuk perusahaan yang terlibat dalam program pendidikan vokasi. “Jadi, jangan khawatir, kalau peraturan sudah keluar, bantuan yang dikeluarkan perusahaan diperhitungkan buat potongan pajak. Sedangkan, SMK mendapat peralatan serta biaya pelatihan dan operasional. Dengan demikian, perusahaan dimudahkan dan adik-adik di SMK dapat manfaat,” pungkasnya.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

Pengumuman Lulus Test Akhir Untuk Unit Kerja Depo Peti Kemas (Container Yard) KIMA Logistic

Pengumuman Lulus Test Akhir Untuk Unit Kerja Depo Peti Kemas (Container Yard) KIMA Logistic

Dengan ini kami sampaikan hasil seleksi akhir untuk unit kerja Depo Peti Kemas (Container Yard) KIMA Logistic dan bagi yang dinyatakan lulus akan di informasikan lebih lanjut oleh DIVISI SDM via Telepon/SMS.

Berikut nama-nama yang lulus test akhir :

Koordinator shift
1. Rizal Hatapayo

Surveyor
1. Mashuri Alim, ST.
2. M. Bagas Dwi Juliarto, STP

Kasir
1. Abdul Wahid

EIR In and Out
1. Agus Salim
2. Purnama Agung

Repair
1. Irwandi S

Washing
1. Muh. Andi
2. Jumardi, SH

Cleaning Service
1. Sabir

 

Makassar, 27 Desember 2018

PT Kawasan Industri Makassar (Persero)

Kepala Divisi Umum & SDM (Plt)

Pengumuman Lulus Test Potensi Perserta Test Untuk Unit Kerja Depo Peti Kemas (Container Yard) KIMA Logistic

Pengumuman Lulus Test Potensi Perserta Test Untuk Unit Kerja Depo Peti Kemas (Container Yard) KIMA Logistic

Selamat bagi yang telah dinyatakan lulus test potensi, diharapkan hadir untuk mengikuti tes physico pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 20 Desember 2018

Jam : 16.00 WITA – Selesai

Tempat : Kantor PT KIMA (Persero) Lantai 2

Pakaian : Putih Hitam

Berikut nama-nama peserta test yang dinyatakan lulus test potensi:

Posisi :

Eir in and out

1. AGUS SALIM
2. MUHAMMAD FAJAR
3. DWI LATIFAH AMETH
4. NURSYAWAL AMIN
5. PURNAMA AGUNG
6. ERNA AMIR
7. MARWAH SUDDIN

Kasir

1. ANDI HARDIANTI,S.E
2. ABDUL WAHID
3. MUHAMMAD NUSRA N
4. NUR ASIA SYAHRUNA

Koordinator Shift
1. RIZAL HATAPAYO
2. WARDIMAN SABRI ANWAR
3. AHMAD SURUTI
4. ASRIADI,S.Hum
5. ABDUL KADIR
6. YUSUF SAERANI
7. REZKY ZHARAWAN
8. MUHAMMAD ARIEF ARYANTO RIDWAN
Surveyor
1. MASHURI ALIM,S.T
2. M.BAGAS DWI JULIARTO,STP
3. DEWANTARA
4. KURNIAWAN RETRUS
5. M.SYAHWAR
6. TRYALDI MAHDI PUTRA
7. MUSTAMIN
8. DANANG SETO PRABOWO
9. DANNY FEBRIANSYAH
10. EDO SATRIA MANDALA

 

Makassar, 19 Desember 2018

PT Kawasan Industri Makassar (Persero)

Kepala Divisi Umum & SDM (Plt)

Pameran REI – Fajar Bazaar Properti Untungkan Karyawan KIMA, Ini Alasannya…

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pameran REI – Fajar Bazaar Properti di Pelataran Kantor PT Kawasan Indistri Makassar (KIMA) digadang bakal berlangsung meriah, 8 hingga 10 November 2018. Pasalnya, sebanyak 38 peserta dari pengembang dan perbankan akan menunjukkan keunggulan berupa promo masing-masing perusahaan.

“Pameran ini berbeda dengan ketika kita adakan di Mall, karena langsung kepusatnya yaitu karyawan yang bekerja di KIMA,”kata Wakil Ketua DPD REI Bidang Promosi dan Pameran, Mustajab Mudji disela Technical Meeting di Kantor DPD REI Jalan Timah Raya Makassar, Jumat (2/11/18).

Ia mengatakan, pameran tersebut menjadi yang pertama dilakukan secara outdoor. Selain itu, pameran kali ini menguntungkan karyawan dari segi waktu dan tempat.

“Biasanya kan karyawan punya waktu tersendiri sehingga waktu luangnya sangat sedikit. Jadi mereka tidak repot lagi, justru pameran yang mendatangi mereka,”lanjutnya.

Untuk diketahui, pameran REI – Fajar Bazaar Properti ini terbuka untuk umum meskipun segemnnya karyawan. Pameran ini juga bertujuan memberikan kemudahan bagi karyawan dalam memperoleh hunian layak.

Sementara untuk properti yang ditawarkan pada pameran ini yakni properti golongan subsidi. Pameran ini juga sebagai upaya pemerintah dalam memberikan hunian layak untuk masyarkat yakni dengan program sejuta rumah (PSR), oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).(sul)

sumber : https://fajar.co.id/2018/11/02/pameran-rei-fajar-bazaar-properti-untungkan-karyawan-kima-ini-alasannya/

DPD REI Sulsel Gandeng PT KIMA Gelar Pameran Properti

Makassar.daulatrakyat.id.DPD REI Sulsel kembali menggelar pameran bazaar properti kerjasama dengan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan koran harian Fajar di gelar di pelataran parkir KIMA pada tanggal 8 -10 November 2018.

Imran Yamin Coorporate Secretary PT KIMA mengatakan bazaar pameran tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian PT KIMA terhadap karyawannya agar mendapat rumah layalk huni.

Dikatakan Imran karyawan KIMA selama ini hanya bermukim di rumah kontrakan bahkan kos -kosan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menjadi tugas PT KIMA untuk memberikan kemudahan pada karyawannya kemudahan akses memiliki rumah layak huni.

“Dengan adanya pameran yang digelar dilokasi perusahaan ini,sudah menjadi tugas kita bagaimana membantu mengkolektifkan karyawan agar mereka bisa mendapatkan perumahan yang layak huni lewat kerja sama ini,”kata Imran.

Kendati kata Imran sudah beberapa kali ada pengembang secara personal masuk ke KIMA namun ia mengaku belum efektif untuk memudahkan para karyawan yang berjumlah 26 ribu untuk mendapatkan rumah.

“Bahkan ada karyawan yang sudah berpuluh-puluh tahun bekerja namun belum mampu memiliki rumah,saya berharap lewat event ini seribuan karyawan bisa segera mendapatkan rumah layak huni dimana kami juga tidak mendapatkan keuntungan dari segi bisnis “tambah Imran.

Sementara itu Direktur Harian Fajar Faisal Syam mengatakan even ini menjadi event yang penting dimana pihaknya bisa menjadi bagian dari event tahunan ini.

Mustajab Wakil Ketua Bidang Promosi dan Pameran REI mengatakan pameran tersebut sebagai salah satu upaya DPD REI dalam rangka melaksanakan program sejuta rumah (PSR),Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mengembangkan program pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dukungan pembiayaan berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR),Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).Ini merupakan kerjasama yang pertama kalinya dengan KIMA,menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dengan target transaksi Rp100 Miliar.

“Saya kira estimasi harga rumah subsidi Rp130 juta yang di backup oleh BPJS Ketenagakerjaan.Kerjasama dengan beberapa bank antara lain BTN,BNI,BRI dan Bank Mandiri,”ujarnya.

Ia mengatakan 4 Persen dari jumlah karyawan minimal 1000 unit dapat bertransaksi nantinya.

“Harapan kita event ini akan meraup transaksi melebihi estimasi kita sebelumnya,”harapnya..

sumber : https://daulatrakyat.id/dpd-rei-sulsel-gandeng-pt-kima-gelar-pameran-properti/

REI-Fajar Bazar Properti, Sediakan Hunian Rumah Bagi Pekerja KIMA

MAKASSAR, INIKATA.com – REI berupaya menyediakan hunian rumah bagi para pekerja yang bekerja di perusahaan/mitra/investor PT KIMA (Persero) yang berada di lingkup Kawasan Industri Makassar (KIMA). Hal itu dibuktikan melalui kegiatan REI-FAJAR bazar properti.

“Tentunya, para pekerja ini masih ada yang belum memiliki rumah. Kita akan tawarkan langsung dengan berpameran di KIMA,” kata M Sadiq, Ketua DPD REI Sulsel, Rabu (17/10/2018).

Ia merincikan, jumlah pekerja di KIMA berkisar 27 ribu orang. Besarnya jumlah pekerja ini menurutnya menjadi ceruk bisnis besar untuk ditawarkan perumahan.

“Acara bazar properti ini memakai konsep outdor di wilayah KIMA pada tanggal 8-11 November,” jelasnya. (**)

sumber : http://www.inikata.com/inikataekobis/peluang-bisnis/IK-135891/rei-fajar-bazar-properti-sediakan-hunian-rumah-bagi-pekerja-kima/