
Kunjungan Manajemen PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) di PT Kawasan Industri Makassar (Persero)

Kunjungan Manajemen PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) di PT Kawasan Industri Makassar (Persero)
#SobatBUMN, perjalanan Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah. Beragam upaya pencegahan dan penekanan kasus telah dilakukan demi memutus rantai penularan.
Kolaborasi dari @kemenkes_ri, @kementerianbumn, @dkijakarta, @jabarprovgoid, @provjateng, @jatimpemprov, @pemprovsumut, @divisihumaspolri, @tni_angkatan_darat, @tni_angkatan_laut, @militer.udara & @yayasan.bumn telah membuahkan Sentra Vaksinasi BUMN.
Program vaksinasi itu begitu penting untuk membentuk kekebalan komunal. Upaya itu juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi.
Titik awal sentra vaksinasi terpusat dilaksanakan oleh Kementerian BUMN. Digelar pertama kali di Istora Senayan Jakarta, yang dibuka tanggal Senin 8 Maret 202. Awalnya hanya dikhususkan untuk melayani lansia dan pelayanan publik sesuai tahapan vaksinasi pemerintah.
Terobosan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN ini salah satunya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Juga untuk menepis isu-isu keliru terkait vaksin Covid-19.
Dengan gencarnya vaksinasi, akhirnya situasi yang kondusif dapat tercapai seperti saat ini. Meski begitu, kita semua tetap harus waspada agar terhindar dari gelombang pandemi berikutnya. Protokol kesehatan di area rawan penularan Covid-19 harus tetap kita jalankan ya Sob.
#KolaborasiVaksinasiBUMN
#SentraVaksinasiBersamaBUMN
#BUMNuntukIndonesia
Penandatanganan Nota Kesepahaman Rencana Kerjasama Investasi dan Layanan Konsultan Teknik di Kawasan Industri Makassar, antara PT KIMA, PT Indah Karya dan PT Nindya Karya, di hadiri oleh Bapak Susyanto Sekretaris Kementrian BUMN.

#BumnUntukIndonesia

Terlampir nama-nama peserta tes yang lulus tes kemampuan bidang posisi IT (Programmer & Designer) PT Kawasan Industri Makassar (Persero).
Programmer :
Design
Selanjutnya akan mengikuti Physicotest
| Hari / Tanggal | : Senin, 13 September 2021 |
| Jam | : 09:00 WITA |
| Tempat | : Kantor PT Kawasan Industri Makassar (Persero) |
| Pakaian | : Hitam Putih |
PT Kawasan Industri Makassar (Persero) TTD
TTD
Divisi Umum & SDM
Terlampir nama-nama peserta Tes Kemampuan Bidang IT (Programmer & Designer)
PT Kawasan Industri Makassar (Persero).
IT Programmer
IT Design
Yang dilaksanakan pada :
| Hari / Tanggal | : Jumat, 10 September 2021 |
| Jam | : 14:00 WITA |
| Tempat | : Kantor PT Kawasan Industri Makassar (Persero) |
| Pakaian | : Hitam Putih |
PT Kawasan Industri Makassar (Persero)
TTD
Divisi Umum & SDM
Saat beberapa negara maju dilanda resesi, Sulsel masih baik-baik saja. Buktinya industri tetap prima.

Bukti lainnya, PT. AICO Energi selaku Mitra strategis dari PT Pertagas Niaga (BUMN) mau berekspansi ke Sulsel. Nantinya, perusahaan ini akan menyediakan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair untuk industri, khususnya yang berada di Kawasan Industri Makassar (KIMA).
Muhammad Mahmud, Plt Direktur Utama PT.l KIMA menyampaikan setelah memasok Liquefied Natural Gas (LNG) untuk support kebutuhan gas di Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT. AICO Energi selaku Mitra strategis dari PT Pertagas Niaga (BUMN) dengan menggunakan Isotank, PT Aico Energi akan mendukung kebutuhan gas di semua tenant PT KIMA. Jelas para industri membutuhkan kehadiran gas sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan efisien.
Melalui kemitraan dengan PT. KIMA, PT. AICO Energi juga akan menjadi solusi untuk pemenuhan gas di Sulawesi Selatan. “Untuk saat ini, skema pengiriman LNG ke Makassar dilakukan dengan pengisian LNG di filling station PT. Pertagas Niaga yang berada di PT. Badak NGL, Bontang, Kalimantan Timur yang selanjutnya dikirim ke Makassar menggunakan kapal dalam iso tank,” terang Mahmud.
Ia melanjutkan, ke depannya kapal pengangkut LNG direncanakan untuk sandar di Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru. Selanjutnya akan diantar ke Makassar menggunakan metode trucking.
“Kemudian rencana jangka panjang kemitraan PT. KIMA dan PT. AICO Energi dapat memanfaatkan Ketersediaan gas di Sulawesi Selatan khususnya yang ada di Kabupaten Wajo,” lanjutnya.
Prof Asdar, TGUPP Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel menyambut baik kerja sama strategi ini. Ia mengusulkan ke depan agar meningkatkan lagi kerja sama ini dengan memanfaatkan gas alam yang ada di Kabupaten Wajo untuk digunakan pada industri dan masyarakat Sulsel.
“Selanjutnya mencoba memikirkan dan mewujudkan pipanisasi gas yang ada di Kabupaten Wajo untuk dialirkan ke Kabupaten Barru guna mendukung KEK Barru, kemudian pipanisasi dapat disambungkan ke Makassar. Apabila memungkinkan, akan dilanjutkan ke Kabupaten Bantaeng, mengingat di Bantaeng telah ada smelter nikel dan jika bahan bakarnya dari gas maka akan menghasilkan nikel kelas satu,” terangnya.
Begitu pun ke depannya, Sulsel khususnya sangat potensial untuk electrical vehicle industry guna menghasilan industri baterai sebagai energi masa depan dengan memanfaatkan gas sebagai bahan bakarnya.
Direktur PT Aico Energi, Maya Sariwulan menjelaskan, perluasan pasar LNG penting dilakukan guna mewujudkan pemerataan energi di Indonesia dan mendukung program pemerintah dalam rangka konversi bahan bakar minyak dengan LNG dalam penyediaan tenaga listrik, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Kerja sama kemitraan strategis antara PT. AICO Energi dengan PT Perrtagas Niaga untuk mensuplai LNG ini khususnya di wilayah Indonesisa Timur juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi kedepannya,” ungkapnya.
Menurut Mata, setiap industri menginginkan biaya operasional yang efisien dan secara hasil memberikan pemasukan yang sesuai dengan harapan. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh PT Aico Energi adalah dengan penggunaan LNG ini.
Lanjut Maya, penggunaanbahan bakar LNG ini sangat efisien karena dalam pemanfaatannya dapat menurunkan biaya operasional bagi penggunanya. Di sisi lain, bahan bakar ini juga sangat bersih dan ramah lingkungan.
“LNG adalah liquified natural gas yaitu gas alam cair yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri melalui proses regasifikasi sebelum digunakan oleh konsumen,” jelasnya. (iad/fajar)
sumber : https://sulsel.fajar.co.id/2020/08/05/industri-masih-prima-pt-kima-pt-aico-suplai-gas-alam-cair/4/
Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan membuka kawasan industri baru. Kawasan ini, nantinya akan berfokus pada pemanfaatan dan pengelolaan potensi lokal daerah yang diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

Untuk itu, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) melakukan penadatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bantaeng Sinergi Cemerlang (BASIC), di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng, Jumat (26/6/2020).
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, saat ini Kabupaten Bantaeng telah berkembang menjadi salah satu daerah industri di Sulsel dan dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan berbagai potensi yang dimilikinya.
“Saya meyakini Bantaeng menjadi daerah investasi yang menjanjikan, sebab harga tanah masih sangat terjangkau, masyarakat juga menerima, dan akses pasar domestik dan internasional dari Bantaeng cukup dekat,” kata Nurdin Abdullah.
Nurdin juga menegaskan, pembukaan kawasan industri ini akan memprioritaskan potensi sumber daya manusia yang ada di Bantaeng.
“Yang paling penting, siapapun yang membangun industri di sini, kewajiban utamanya adalah mendorong SDM, memprioritaskan tenaga lokal, seperti pada saat smelter dibangun, anak-anak lokal dikirim ke Cina untuk belajar dan training, jadi bisa dilihat sampai hari ini di Bantaeng tidak ada gejolak dan penolakan, jadi ada kombinasi di situ,” katanya..
Sementara, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Kima Makassar, Muhammad Mahmud, mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan komitmen dan kolaborasi antara PT. Kima dan industri Bantaeng.
“Saya optimistis kita bisa berkolaborasi mewujudkan industri yang sangat strategis dan menarik, yang sekaligus bisa dilink-kan dengan pariwisata, perikanan dan rumput laut yang sangat luar biasa,” katanya.
Source : https://beritapedoman.com/2020/06/26/buka-kawasan-ekonomi-baru-di-bantaeng-pt-kima-bersama-basic-teken-mou/

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Direktur dan Ketua Lembaga, serta Dekan lingkup Unhas. Sedangkan dari PT. KIMA, hadir Presiden Komisaris, Saldy Mansyur, serta jajarannya, dan dari BKKBN hadir Kepala BKKBN Prov. Sulsel, Rini Riati Kajohari serta jajarannya.
Kepala Subdit Humas dan Informasi Publik, Direktorat Komunikasi Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini dilakukan bersamaan dengan pertimbangan efektifitas waktu.
“Kebetulan kedua MoU ini memiliki konten yang sama, yaitu kerja sama untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan. Jadi kita pikir, baiknya dilakukan serentak saja,” kata Ishaq.
Mou Dengan PT. KIMA
Presiden Komisaris PT. KIMA, Saldy Mansyur, menyampaikan terima kasih karena dapat melakukan kerja sama dengan Unhas yang diawali dengan penandatanganan MoU. Dalam sambutan singkatnya, Saldy Mansyur menjelaskan bahwa di dalam PT. KIMA terdapat lebih 100 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 30.000.
Rektor Unhas foto bersama pimpinan BKKBN Sulsel dan jajaran PT. KIMA usai penandatanganan MoU. (Foto: Humas Unhas)Saldy Mansyur juga menyampaikan tahapan-tahapan target yang dicanangkan dalam kerja sama dengan Unhas. Tahapan pertama adalah kuliah khusus untuk program double degree. Lalu kedepannya akan dijabarkan ke seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di KIMA. Selain itu, pihaknya juga berharap dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan seperti K3 juga diharapkan bisa dilaksanakan di Unhas.
“KIMA ini sudah mengalokasikan dana pendidikan, dan inilah yang akan kami kelola nantinya dengan Unhas. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Saat ini, kebutuhan direksi untuk posisi di BUMN mencapai lebih seratus, sementara kita belum ada yang siap. Dengan kerja sama ini, kita berharap dapat turut serta mempersiapkan SDM yang akan siap bersaing untuk posisi-posisi strategis seperti itu,” kata Saldy.
MoU dengan BKKBN
Sementara itu, Kepala BKKBN Prov. Sulsel, Rini Riati Kajohari, juga menyampaikan harapannya dari kerja sama dengan Unhas. Sejak dua tahun yang lalu, BKBBN menerima penyuluh dengan tingkat pendidikan yang bervariasi, mulai dari SMA sampai S3, namun kebanyakan SMA. Dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 21 tahun 2017 bahwa pendidikan minimal adalah D3. Dengan demikian, SDM penyuluh yang berstatus tamatan SMA itu berusaha juga meningkatkan status pendidikannya.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekolah Pasca Sarjana Unhas dan BKKBN, disaksikan oleh Rektor Unhas. (Foto: Humas Unhas)Rini Riati juga mengatakan bahwa saat ini ada beberapa pegawai dan penyuluh yang telah mendaftar perguruan tinggi lain. Harapannya, dengan adanya MoU ini maka pegawai BKKBN ini dapat diarahkan ke Unhas untuk melanjutkan pendidikannya. Unhas telah memiliki akreditasi yang memadai, apalagi tersedia program studi yang dapat sesuai dengan kebutuhan institusinya.
“Mudah-mudahan kerja sama ini menjadikan kita lebih baik lagi, terutama teman-teman penyuluh agar bisa menyampaikan pesan secara profesional kepada masyarakat, agar masyarakat kita bisa mengendalikan penduduk mulai dari bawah,” harap Rini.
Harapan Rektor Unhas
Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menyambut tamu-tamu ini dengan hangat. Gagasan-gagasan kerja sama juga disambut dengan baik. Prof. Dwia menyebutkan bahwa kehadiran Unhas menjadi strategis karena memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Apalagi dewasa ini setiap institusi berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya. Unhas hadir untuk tujuan tersebut, melalui program-program yang bisa didesain bersama.
Untuk KIMA, program S2 atau S3 akan didesainkan khusus, karena Unhas siap untuk memberikan support penuh. Hal ini didasari oleh salah satu program unggul pak Jokowi, “making better Indonesia for industrial 4.0”. Sekiranya diharapkan KIMA bisa berperan besar dalam hal itu, sehingga diperlukan orang-orang yang unggul dengan keahlian dan kapasitas sangat dibutuhkan. Selain program bergelar, nantinya juga akan didesainkan program non-gelar.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, memberikan sambutan sebelum penandatanganan MoU dengan BKKBN dan PT. KIMA. (Foto: Humas Unhas)Unhas juga telah melakukan kerjasama dengan BKKBN Pusat, maka sudah menjadi kewajiban Unhas untuk memperkuat BKKBN Provinsi. Dimana Unhas telah membuka sekolah-sekolah vokasi, maka nantinya akan didesainkan pula program khusus untuk para penyuluh-penyuluh dari BKKBN sesuai dengan skill yang diperlukan dan output yang diinginkan, agar nantinya menelurkan penyuluh-penyuluh yang terampil dan memenuhi kualifikasi jaman sekarang.
Penandatanganan MoU antara Unhas, PT.KIMA dan BKKBN ini difokuskan pada kerja sama bidang Riset dan Pendidikan. Usai penandatanganan MoU, selanjutnya diadakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BKKBN dan Sekolah Pasca Sarjana untuk langsung merealisasikan kesepakatan untuk peningkatan sumber daya manusian.(*)
sumber : http://www.makassartrend.com/dukung-pengembangan-sdm-unhas-tanda-tangani-mou-dengan-bkkbn-dan-pt-kima/